Pages

Kursor Man Utd

Manchester United

Slogan

GLORY GLORY MANCHESTER UNITED , ONE DREAM, ONE LOVE, ONE UNITED - See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html#sthash.1rakoRCp.dpuf

Logo Man United

lihat lebih banyak animasi klub bergerak

Burung Man United

Song Blog

Senin, 27 Oktober 2014

Bodohnya Selebrasi RvP Menurut Sang Bos




Robin van Persie muncul sebagai penyelamat Manchester United kala menjamu Chelsea tadi malam, namun selebrasinya usai menjebol gawang Thibaut Courtois ternyata tak disukai manajer Louis van Gaal.

Gol Van Persie di menit keempat injury time secara dramatis mengunci skor akhir 1-1 dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris di Old Trafford setelah sebelumnya tim tamu memimpin lewat Didier Drogba. Striker Belanda itu lantas meluapkan kebahagiaan dengan mencopot seragamnya.

Van Gaal tak senang dan menyebut perayaan gol itu bodoh karena berbuah hukuman kartu kuning tak perlu dari wasit Phil Dowd.

"Dia melakukan reaksi bodoh setelah gol," kata Van Gaal seusai pertandingan.
"Anda boleh merasa senang tapi Anda tak perlu membuka kaus Anda karena dengan demikian Anda akan mendapat kartu kuning. Tindakan itu tak terlalu pintar."
United kini berada di peringkat kedelapan klasemen, tetap berjarak sepuluh angka dari Chelsea di puncak.

Reuni Sang Bos Dengan Sahabat

                                       






Apa jadinya jika dua sahabat yang lama tak bertemu harus berhadapan di lapangan hijau. Ya, ini terjadi pada Manajer Chelsea Jose Mourinho dan Manajer Manchester United Louis van Gaal, Minggu (26/10/2014).

Mourinho bersama bendera Chelsea tandang ke Old Trafford. Di sana ia berhadapan dengan sahabat serta gurunya, Louis van Gaal.

Sebelum laga dimulai, keduanya berpapasan di terowongan dan langsung berpelukan. Saking kangennya, pelukan itu tak terjadi sekali, melainkan dua kali. Terlihat betul bahwa keduanya memiliki hubungan baik.




Mourinho yang biasanya suka menyindir manajer lain, kali ini tak berani 'menyerang' Van Gaal. Ia sadar pelatih asal Belanda itu adalah guru yang telah memberinya banyak ilmu. Mourinho memang pernah menjadi asisten Van Gaal di Barcelona.

Saat itu Barca hampir memecat Mourinho (masih jadi penerjemah) menyusul kepergian Sir Bobby Robson. Namun, Van Gaal ngotot mempertahankan The Special One. Van Gaal bahkan mempromosikan Mourinho sebagai asisten pelatih.

Jumat, 24 Oktober 2014

Reuni Di Maria vs Fabregas, 7 vs 8





Duel Manchester United kontra Chelsea di matchday 9 Premier League 2014/15 bakal menjadi ajang adu kehebatan Angel Di Maria dan Cesc Fabregas. Bagi timnya masing-masing, eks winger Real Madrid dan mantan gelandang serang Barcelona itu sama-sama krusial.

Di Premier League musim ini, Di Maria terlibat langsung dalam tujuh dari 15 gol yang sudah dikoleksi United. Tiga gol dan empat assist dibukukan Di Maria dalam enam penampilan.

Di kubu Chelsea, Fabregas pun tampil sangat gemilang.

Sejauh ini, Chelsea telah melesakkan total 23 gol dan berdiri mantap di puncak klasemen sementara. Dari 23 gol Chelsea, delapan di antaranya tercipta berkat peran langsung Fabregas (satu gol dan tujuh assist).

Big match di Old Trafford nanti pun bakal tak bisa dilepaskan dari sepak terjang Di Maria dan Fabregas. Menang atau tidaknya United salah satunya bakal sangat ditentukan oleh performa Di Maria di atas lapangan.

The Blues dengan Fabregas-nya juga sama.

Menanti Gol Perdana di Kandang



Sejak masih memperkuat Arsenal hingga sekarang berseragam Manchester UnitedRobin van Persie sudah beberapa kali membobol gawang Chelsea. Namun, di balik itu semua, ada sebuah statistik yang cukup unik.

Selama ini, van Persie telah 19 kali menghadapi Chelsea di semua ajang. Koleksi golnya kontra The Blues pun sudah menyentuh angka enam. Anehnya, keenam gol tersebut selalu dicetak sang striker Belanda di Stamford Bridge, markas Chelsea.

Belum pernah dia mencetak gol lawan Chelsea dalam laga kandang.

Gol-gol Robin van Persie vs Chelsea:
  • Premier League 2008/09 Chelsea 1-2 Arsenal (2 gol)
  • Premier League 2011/12 Chelsea 3-5 Arsenal (3 gol)
  • Premier League 2012/13 Chelsea 2-3 United (1 gol).

Dalam tiga laga melawan Chelsea di mana van Persie mencetak gol, timnya selalu menang. Itu merupakan sebuah statistik yang positif.

Namun, yang dinantikan selama ini, yakni gol kandang van Persie ke gawang Chelsea, belum kunjung tercipta.

Ketika United menjamu The Blues di matchday 9 Premier League 2014/15 nanti, Minggu (26/10), sebuah pertanyaan pun kembali mengemuka. Bisakah van Persie mencetak gol 'perdananya'?

Musim ini, van Persie sudah mencetak dua gol dalam tujuh penampilan. Melawan Chelsea, dia pun bakal jadi salah satu andalan manajer Louis van Gaal bersama Falcao di barisan depan Red Devils.

Dengan dukungan pemain-pemain lain dari lini kedua seperti Daley BlindAnder Herrera dan Angel Di Maria, peluang van Persie untuk mengoyak gawang Chelsea bisa dibilang cukup terbuka. 

Laga Lawan The Blues, Istimewa Menurut RvP




Striker Manchester UnitedRobin Van Persie mengungkapkan antusiasmenya menyambut laga akbar kontra Chelsea di Old Trafford akhir pekan ini (26/10). Menurut pria asal Belanda tersebut, pertandingan kontra The Blues selalu terasa istimewa.

Statistik mencatat bahwa Chelsea merupakan tim yang paling sering Van Persie hadapi sepanjang karirnya. Namun rekor pria 31 tahun tersebut tak cukup baik saat berhadapan dengan gawang The Blues, ia total hanya mencetak enam gol dan mendapatkan tujuh kartu kuning dalam 19 duel melawan Chelsea.

"Saya pikir laga melawan Chelsea selalu terasa lebih istimewa dan lebih menarik perhatian, dalam hal positif tentu saja. Ketika menghadapi tim sebesar mereka, anda tak tahu pasti apa hasil akhirnya karena laga bisa berakhir ke dua arah," ungkap Van Persie seperti dilansir MUTV.

"Mereka punya tim yang sangat berkualitas, namun kualitas tim kami juga bagus. Laga semacam ini selalu berjalan ketat, saya menyukainya. Anda bisa merasakan juga bahwa fans lebih bersemangat menyaksikan pertandingan semacam ini."

Minggu, 19 Oktober 2014

Begitu Besarnya Tekanan di United



 Daley Blind mengaku bahwa ada tekanan yang jauh lebih besar di dalam dirinya, untuk bermain di Manchester United, ketimbang di Ajax Amsterdam.

Gelandang serba bisa itu datang ke Old Trafford usai ia dibeli di bulan Agustus dengan dana yang dilaporkan mencapai 14 juta poundsterling musim panas ini.

"Ada beberapa perbedaan dengan Ajax, tentu saja. Klub ini jauh lebih besar. Klub saya sebelumnya memang besar, namun United terkenal di seluruh dunia. Ada lebih banyak tekanan di sini, namun hal yang sama terjadi di Belanda ketika anda tidak menang, anda akan mendapat banyak keluhan," tutur Blind pada MUTV.

"Atmosfer Premier League sungguh berbeda, lebih cepat dan lebih sulit, dan saya amat antusias menjalani tiap pertandingan, terutama di kandang, mengingat saya amat bangga ketika berjalan masuk ke dalam lapangan," pungkasnya.

Shaw Bela Timnas Inggris U-21, Van Gaal Senang




Pelatih Manchester UnitedLouis van Gaal mengakui bahwa dirinya senang melihat Luke Shaw tampil bersama Inggris U-21 melawan Kroasia.

Pemain 19 tahun tersebut turun level dari timnas senior Inggris dan memperkuat tim asuhan Gareth Southgate di tim Inggris U-21. Shaw pun bermain di dua laga bersama Inggris U-21 tersebut.

Dan Van Gaal mengakui dirinya senang karena Shaw meninggalkan camp latihan United dan bergabung dengan Inggris U-21 tidak hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

"Ini adalah pelajaran yang sangat baik. Saya telah mengatakan sebelumnya saat saya menjadi pelatih tim nasional. Semua pemain saya telah bermain di U-21," ujarnya.

"Saya pikir para pemain harus terus bermain. Saya sangat senang bawa Shaw bermain untuk U-21 dan dia juga bahagia. Dia butuh ritme pertandingan. Itu baik untuk timnas U-21, baik untuk saya dan juga baik untuk Luke Shaw," tandasnya. 

Preview West Brom vs United, Berburu Konsistensi

Foto: The Reds and the Baggies are last to resume Premier League duties after the October international break on Monday night. Get all the latest news and stats in our preview: http://bit.ly/1pqbMyc



Selain misi meraih tiga poin dan terus mempertahankan jarak poin di klasemen sementara dari pemuncak klasemen, Manchester United juga memiliki misi lain saat bertandang ke markas West Brom, The Hawthorns, Selasa (21/10) dini hari nanti. Yakni mencari konsistensi.

Ya, Manchester United memang harus terus tampil konsisten bila mereka ingin terus mendekati empat besar. Konsistensi memang tengah menjadi masalah serius bagi anak asuh Louis van Gaal. Di suatu waktu mereka bisa tampil gemilang dan menang, namun di waktu lain Angel Di Maria dkk bisa tampil tanpa karakter dan berujung pada hasil seri, atau bahkan kekalahan.

Dan pelatih Louis van Gaal memiliki modal berharga jelang lawatan tersebut, yakni dua kemenangan beruntun yang mereka raih di dua laga sebelumnya. Dua kemenangan atas Everton dan West Ham tersebut menjadi dua kemenangan beruntun pertama bagi United di tangan Louis van Gaal.

Dari sisi skuat, United jelas diunggulkan pada laga tersebut. Selain Wayne Rooney yang harus absen akibat kartu merah yang dia terima, Van Gaal tampaknya tak akan memiliki masalah dengan pemilihan pemain pada laga tersebut. Tanpa Rooney, Van Gaal bisa memaksimalkan Falcao dan Robin van Persie. Sementara Juan Mata dan Angel Di Maria akan menjadi tumpuan untuk membangun serangan dengan didukung Daley Blind sebagai penyeimbang.

Sedangkan untuk posisi empat bek, Van Gaal bisa memainkan Luke Shaw, Rafael, Tyler Blackett dan Marcos Rojo. Empat pemain tersebut memiliki tugas mengamankan gawang David De Gea dari ancaman West Brom.

Beralih ke kubu tuan rumah West Brom. Berbeda dengan Manchester United yang meraih kemenangan di laga terakhirnya, West Brom justru harus menelan kekalahan saat bertandang ke markas Liverpool, Anfield. Kekalahan tersebut mengakhiri tiga kemenangan beruntun mereka di tiga laga sebelumnya.

Karena itu, West Brom dipastikan akan tampil mati-matian untuk kembali mendapatkan hasil positif demi misi mereka di musim ini. Apalagi skuat arahan Alan Irvine tersebut juga dipastikan bisa memainkan seluruh pemain terbaiknya untuk menghadapi Manchester United.

Nah, bagaimanakah jalannya laga tersebut. Apakah Manchester United akan berhasil menemukan konsistensi yang selama ini mereka cari, atau justru tuan rumah yang kembali bangkit usai kalah di tangan Liverpool? Menarik untuk ditunggu.

Jumat, 17 Oktober 2014

Ngidam Tangani Manchester United





Bola.net - Manchester United dipastikan tergerak dengan komentar anyarJosep Guardiola yang mengaku suatu saat nanti ingin menjadi bos di Old Trafford.

Hal itu terungkap dalam buku biografi baru pelatih Bayern Munichtersebut. Dalam buku yang ditulis oleh Marti Perarnau itu, terungkap jika Guardiola sudah terpesona dengan Setan Merah sejak menyaksikan timSir Alex Ferguson itu pada 2011 silam.

"Sehari usai mengalahkan Real Madrid di semifinal Liga Champions, Guardiola dan (asistennya Manuel) Estiarte pergi ke Manchester untuk mengintip lawan berikutnya (United) beraksi. Itu adalah 4 Mei 2011, keduanya duduk di tribun Old Trafford menyaksikan tim Sir Alex Fergusonmengalahkan Schalke 4-1," nukil Perarnau dalam nukilan buku bertajukPEP CONFIDENTIAL itu.

"Sekali lagi Pep berpaling pada rekannya dan mengatakan: 'Saya suka atmosfernya. Saya bisa melihat diri saya melatih di sini suatu hari nanti'. Guardiola selalu punya kekaguman besar, bahkan nyaris memuja, tim-tim dan pemain legendaris Eropa."

Guardiola sendiri sudah pernah dikaitkan dengan United, terutama saat Ferguson memilih pensiun. Namun eks pelatih Barcelona itu sudah memilih Bayern pada Desember 2012, sementara Fergie menjatuhkan pilihan pada David Moyes.

Perarnau juga menyatakan dalam buku tersebut jika Manchester City,Chelsea dan AC Milan sudah mendekati Guardiola di masa rehatnya usai mundur dari Camp Nou, namun Pep sudah menetapkan hati menuju Allianz Arena. 

Yakin LvG Akan Bawa Manchester United Berjaya lagi






Pemain bertahan Manchester UnitedRafael yakin bahwa kehadiran Louis van Gaal di posisi pelatih akan membawa Setan Merah kembali meraih juara.

Musim lalu Manchester United memang terpuruk di Premier League saat ditangani David Moyes. Di akhir musim, Wayne Rooney dkk hanya mampu finish di posisi ketujuh.

Hasil musim lalu membuat para petinggi United melakukan perombakan besar-besaran. Selain mendatangkan para pemain baru dengan kualitas mumpuni, United juga mendatangkan pelatih sarat prestasi, Louis van Gaal.

"Semuanya butuh waktu. Louis van Gaal adalah pelatih yang kuat. Dia senang segala sesuatunya dilakukan dengan benar. Bila kami paham keinginannya, kami pasti memiliki kesempatan untuk memenangkan gelar," ujarnya.

"Dia meminta semua orang untuk tepat waktu di sesi latihan, kami tak boleh terlambat. Dia suka melihat kami berlatih dengan keras. Kami harus mampu beradaptasi. Semua akan berjalan dengan benar, karena buktinya adalah gelar demi gelar yang telah dia menangkan," tandasnya.

Lawan West Brom, Herrera Nyatakan Fit




Gelandang Manchester UnitedAnder Herrera, punya kesempatan untuk masuk dalam skuat inti tim yang akan bermain di kandang West Brom akhir pekan ini.

Pemain asal Spanyol itu diklaim mengalami patah tulang rusuk tiga pekan silam dan diperkirakan akan absen selama enam pekan.

Namun demikian, pemulihan Herrera nampaknya berjalan lebih cepat dari perkiraan awal dan ia sudah memberi tahu bos United, Louis van Gaal, bahwa ia bisa bermain di laga melawan West Brom dengan bantuan suntikan penahan rasa sakit, menurut laporan yang diturunkan oleh The Daily Mail.

Andai memang memilih untuk tidak memainkan Herrera, Van Gaal masih punya opsi lain seperti Marouane Fellaini dan Michael Carrick, yang kabarnya sudah makin mendekati kondisi 100 pesen.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Kuat Di Depan, Lembek Di Tengah & Payah Di Belakang

ANALISIS Manchester United: Kuat Di Depan, Lembek Di Tengah & Payah Di Belakang


Pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson pada akhir musim 2012/13, Manchester United praktis berubah total dan kini memulai era baru jilid II di bawah kepemimpinan manajer asal Belanda, Louis van Gaal.

Setelah mendapati musim yang buruk di gelaran sebelumnya di tangan David Moyes, klub penghuni Old Trafford itu mulai berbenah dan menjanjikan skuat ‘mewah’ dengan jaminan dana yang tak terbatas untuk suksesor berikutnya agar tidak mengulang kesalahan serupa.

Di awal musim panas tahun ini, United merelakan tiga bek senior seperti Rio FerdinandNemanja Vidic danPatrice Evra untuk pergi. Dalam hal ini, Ferdinand memilih bergabung dengan klub promosi Queens Park Rangers dan Vidic yang hengkang ke Inter Milan - keduanya secara gratis - selagi Evra yang mencoba peruntungannya di Juventus.

Untuk menggantikan trio yang selama ini menjadi tulang punggung Setan Merah di lini belakang, Van Gaal lantas menghadirkan Luke Shaw (Southampton), Marcos Rojo (Sporting Lisbon) dan mempromosikan Tyler Blackett dari tim akademi. Lebih dari itu, pria berusia 63 tahun itu juga melabuhkan Daley Blind, yang dianggap serba bisa, dari Ajax Amsterdam.

Menilai skuatnya belum lengkap, sang juru taktik tak lupa untuk menumpuk dayanya di lini tengah dan depan dengan mengakuisisi Ander Herrera (Athletic Bilbao), Angel di Maria (Real Madrid) dan meminjamRadamel Falcao selama semusim dari raksasa Ligue 1 Prancis AS Monaco. Jika ditotal, maka pelatih anyar tersebut sudah menghabiskan dana lebih dari 150 juta poundsterling, yang mana menjadi rekor terboros untuk klub.

Seketika kekuatan mereka dirasa cukup, United, yang gagal meraih kemenangan dari tiga laga awal Liga Primer Inggris musim ini, sempat memberikan harapan dengan melumat QPR empat gol tanpa balas. Akan tetapi, kelemahan mereka lantas terkuak saat The Red Devils menyambangi markas Leicester City di pekan kelima.

Di pertandingan yang dilangsungkan di King Power Stadium, Minggu (21/9) malam WIB, tim tamu, yang lebih diunggulkan ketimbang sang penjamu, sejatinya mampu memimpin 3-1 hingga menit ke-57 melalui sumbangan gol Robin van Persie, Di Maria dan Herrera. Dengan 33 menit tersisa, mereka justru tidak mampu menjaga ritme permainan hingga akhirnya takluk sebagaimana The Foxes yang menciptakan salah satu comeback paling brilian dalam sejarah sepakbola Inggris.

Leicester mulai mendapatkan angin segar saat wasit Mark Clattenburg memberikan penalti kontroversial menyusul pelanggaran Rafael terhadap James Vardy di kotak terlarang – saat itu skor masih 3-1. Sebelum kejadian tersebut, full-back asal Brasil itu sejatinya dilanggar terlebih dahulu dan ia yang mengejar pemain lawan sebagai bentuk reaksi dianggap melakukan pelanggaran. Tak pelak, peristiwa itu merupakan titik balik untuk Leicester dan menjadi awal dari hancurnya rasa percaya diri pasukan Van Gaal. 

Seketika penalti itu diserahkan, David Nugent lantas tak menyia-nyiakan peluang tersebut dan mengubahnya menjadi gol di menit ke-62 untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-2. Dan mengetahui barisan belakang United mulai panik, kubu tuan rumah terus melancarkan serangan intens hingga akhirnya memaksakan hasil sama lewat sepakan Esteban Cambiasso dua menit berselang. 

Terlepas itu semua, Vardy kiranya benar-benar menjadi mimpi buruk untuk tim lawan di pertandingan itu setelah ia mengemas gol yang menjadi pembalik keadaan di menit ke-79 selagi ia yang memprakarsai penalti lainnya setelah Blackett melakukan pelanggaran tepat tujuh menit jelang waktu normal berakhir. Atas tindakan tersebut, Clattenburg pun tak ragu untuk memberikan kartu merah kepada bek muda itu dan Ulloa melengkapi kesengsaraan United dengan ia yang sukses mengeksekusi sepakan 12 pas.

Setelah pertandingan berakhir, Van Gaal selaku orang yang bertanggung jawab terhadap performa buruk timnya tak lupa untuk menyoroti kekalahan mengejutkan ini, dengan berkata: “Bagaimana mungkin kami melepas laga ini begitu saja? Kami sungguh menyia-nyiakan laga ini," ujarnya kepada Sky Sports News

"Leicester telah membuktikannya dalam empat laga, mereka berkarakter kuat dan saat tertinggal 3-1, Anda bisa saja bermain dengan menguasai bola, tapi Anda tak bisa melakukan hal seperti ini."

Mengenai barisan belakangnya yang terlihat kepayahan dan tidak rapat, pria Belanda itu menambahkan: “Saya pikir ini bukan karena kelemahan pertahanan. Ini terjadi karena lemahnya organisasi pertahanan dari tim. Anda harus tahu kapan saat Anda perlu mengoper bola dan membuangnya.

"Dalam laga ini, ketika skor 3-1 saya merasa kami memainkan sepakbola hebat, tapi Anda tak bisa melakukan kesalahan seperti kami. Kami terus maju dan berkembang. Kami menciptakan banyak kesempatan, kami mencetak gol indah, jadi ini adalah nilai plus.

"Tapi kami kalah dan itulah yang terpenting," tandasnya.

Di sisi lain, legenda United seperti Gary Neville lebih menyoroti performa lini tengah yang ia anggap terlalu lembek hingga tidak mampu mengimbangi irama permainan Leicester yang dikomando gelandang senior Cambiasso.

“Di babak pertama, setiap bola yang mereka dapatkan bisa direbut pemain Leicester, entah itu bola pertama atau kedua. Di babak kedua, banyak yang tak berpihak kepada mereka, tapi itu karena lini tengah mereka yang lembek," demikian Neville.

"Tak diragukan Manchester United memiliki gelandang yang lembek. Mereka tak cukup tangguh. Saya pikir tiga gelandang United dan empat pemain belakang di-bully di laga ini.

"Pujian pantas diberikan kepada Leicester dan Jamie Vardy dan Leonardo Ulloa, mereka bermain bagus. Tak perlu menunjukkan permainan kelas dunia, kerja keras saja sudah cukup," tandasnya.

Poin penting dari ringkasan skuat United disampaikan oleh legenda Liverpool, Jamie Carragher. Dalam sebuah keterangan, ia menilai mantan rivalnya itu telah melakukan kesalahan di bursa transfer musim panas dengan melupakan kegentingan untuk menambal lini belakang.

“Yang menjadi sorotan di United adalah mereka menjadi klub paling boros di Eropa dan mereka tidak membeli pemain bertahan," ujar Carra.  

"Mereka tak terkejut ketika Rio Ferdinand pergi, Vidic mengumumkan [kepergiannya] Januari lalu.  

"Mereka klub paling boros - bagaimana mungkin mereka tak menyadarinya? Menghabiskan begitu banyak uang dan tidak mendatangkan satu bek kelas atas - itu merupakan mismanajemen," tandasnya.

Memang, musim baru saja dimulai dan musim masih panjang. Akan tetapi, Van Gaal harus segera belajar dari pengalaman dan memperbaiki sektor yang terlihat kurang, salah satunya adalah mendatangkan bek papan atas pada kesempatan berikutnya.

Percuma jika tim yang ia miliki kuat di depan namun meninggalkan lubang di lini lain. Sepakbola bukan hanya soal menyerang, tapi lebih ke bagaimana menciptakan organisasi permainan yang solid untuk kemudian menghadirkan kemenangan.

Curhatan Di Maria Tentang Latihan MU



Gelandang Manchester UnitedAngel Di Maria menceritakan kesannya saat menjalani sesi latihan di bawah Manajer Louis Van Gaal musim ini. Menurut pria asal Argentina ini, sesi latihan MU berjalan lebih keras ketimbang klub manapun yang pernah ia bela.



Meski demikian, Di Maria juga menyebut bahwa latihan keras tersebut memiliki dampak positif. Ia mengaku kini kondisi fisiknya lebih tangguh dan lebih kokoh saat melakukan adu badan khas sepakbola Inggris.


"Sesi latihan di sini sangat berbeda, sepakbola jauh lebih konpetitif. Saya merasa ada lebih banyak aspek fisik dan juga kontak langsung," ungkap Di Maria seperti dilansir Manchester Evening News.


"Kami dituntut untuk selalu berada dalam kondisi 100 persen fit dan siap menghadapi kemungkinan apapun, saya sangat menyukai hal itu. Saya juga senang melihat cara manajer menyikapi pertandingan, ia mampu memotivasi kami untuk berlatih lebih keras."

Lilly, Bocah Pecinta MU Ngambek Karena Baju Biru



Lilly Rae Doyle Bocah 3 tahun pecinta MU


Tingkah Lilly Rae Doyle, bocah berusia 3 tahun ini sungguh menggemaskan. Lilly ngambek tak mau memakai seragam sekolahnya karena berwarna biru. Dia menolak lantaran sangat mengagumi Manchester United.

Lilly akan mulai masuk prasekolah di St Elizabeth RC, Wythenshawe, selatan Manchester, pada 20 Oktober. Namun, Lily ngambek saat mengetahui orang tuanya, Faye Cummins dan Andrew Mitchell, membelikan seragam sekolah berwarna biru. 

Padahal warna baju yang dibelikan adalah biru gelap. Namun, Lilly menganggap warna biru sudah identik dengan Manchester City, rival sekota Manchester United.
http://cdn0-e.production.liputan6.com/medias/749268/original/9cb293a710ddd65d3926396a0a5e2525-035970400_1412926089-Lilly2.jpg
"Ini biru sekali, aku tak suka biru, aku mau melepaskannya," pinta Lilly seperti dilansir Manchester Evening News.

Pemain Baru Setan Merah



Setelah Radamel Falcao, ada satu pemain lagi yang berhasil digaet oleh Manchester United. Ia adalah pemain berusia 16 tahun kelahiran Ghana, Timothy Fosu-Mensah.

Fosu-Mensah didatangkan dari akademi sepak bola Ajax setelah para pencari bakat klub Setan Merah itu kepincut dengan permainan apiknya di AEGON Future Cup. Fosu-Mensah akan segera bermain di akademi sepak bola United.

“Manchester United telah mendatangkan Timothy Fosu-Mensah dari Ajax Amsterdam sebelum bursa transfer ini ditutup,” pernyataan resmi klub di situsnya.

Fosu-Mensah tiba di Old Trafford bersamaan dengan transfer Daley Blind dan Radamel Falcao. Kabarnya, pemain muda ini didatangkan atas keinginan Van Gaal yang telah melihat kemampuannya.

Meski belum memiliki sertifikat sebagai pesepakbola profesional terkait umur, namun staff kepelatihan United percaya kedatangan Fosu-Mensah ini dinilai sebagai tambahan pemain yang sempurna bagi The Red Devils.